Friday, May 13, 2016

Catatan Pengalaman Ketika Mengawasi Ujian Nasional

Mufa Media - Semenjak hari Senin hingga Kamis (9-12 Mei 2016) Ujian Nasional tingkat SMP/MTs dilaksanakan. Selama 4 hari itu saya mendapat tugas negara untuk menjadi Pengawas Ruang Ujian Nasional.

Saya menjadi delegasi dari tempat saya mengajar, MTsN Bojonegoro II Padangan. Sebuah madrasah (baca; sekolah) yang terletak di wilayah bagian barat Kabupaten Bojonegoro. Berbatasan dengan wilayah Cepu, Kabupaten Blora. 



Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pengawasan pada Ujian Nasional (UN) dilaksanakan dengan sistem silang.

Para guru yang mendapat tugas mengawasi tidak mengawasi di sekolahnya sendiri. Tidak ditempatnya mengajar. Namun di sekolah lain. Termasuk saya. 

Kartu Pengawas Ruang Ujian Nasional SMP/MTs
Tugas Mulia sebagai Pengawas Ruang Ujian Nasional SMP/MTs Tahun 2016
Pada tahun ini saya mendapat tugas untuk mengawasi di SMPN 1 Kedewan. Sebuah sekolah yang terletak di pedalaman Bojonegoro yang masih alami lingkungannya dan ramah penduduknya.

Kebetulan letak sekolah ini tidak jauh dari lokasi desa wisata Wonocolo yang mulai terkenal di lingkup Kabupaten Bojonegoro, bahkan nasional. Namanya Teksas Wonocolo. (Baca juga: Tempat-Tempat Menarik di Bojonegoro). Sebuah kawasan desa industri minyak bumi dengan sistem pengeboran tradisional yang ada di wilayah Utara-Barat Bojonegoro. 

Tugas Mengawasi di SMPN 1 Kedewan, Bojonegoro
Tahun ini saya ditugaskan mengawasi di SMPN 1 Kedewan, Bojonegoro
Bagi saya, tugas menjadi Pengawas Ruang Ujian Nasional adalah sebuah tugas mulia seorang guru selain mendidik dan mengajar. Mengapa?

Begini, kita tahu bahwa ujian nasional adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengetahui perkembangan pendidikan di Indonesia. Dengan hasil Ujian Nasional akan dapat diketahui bagaimana peta perkembangan pendidikan yang ada di negara ini. Bagian daerah mana saja yang tingkat perkembangan pendidikannya cepat, mana yang yang sedang dan mana yang lambat.

Selanjutnya, dengan mengetahui peta perkembangan pendidikan yang ada, maka pemerintah akan lebih mudah dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang terkait dengan dunia pendidikan. 

Jadi keputusan yang diambil pemerintah dalam menentukan kebijakannya di bidang pendidikan salah satunya adalah berdasar hasil Ujian Nasional yang dilakukan secara menyeluruh, dari Sabang sampai Merauke.

Dengan hasil ujian yang valid dan akurat maka kemungkinannya adalah: kebijakan yang diambil juga bisa valid dan tepat sasaran sesuai dengan yang diharapkan.

Maka, tingkat validitas Ujian Nasional mutlak adanya untuk dijaga bersama. Agar kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Bila, kebijakan dan langkah yang diambil tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan yang sebenar-benarnya, maka harapannya adalah pendidikan di Indonesia bisa lebih baik dan lebih maju dari yang sebelumnya.

Bila pendidikan lebih maju, maka harapannya rakyat dan masyarakat Indonesia bisa makmur dan sejahtera. Tentu itu akan membuat kita semua senang dan bahagia. Gimana, betul gak tuch?

Kesimpulannya, tugas mengawasi ujian nasional merupakan bagian dari langkah-langkah untuk menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera dengan pendidikan.

Ah, demikian mulianya tugas mengawasi ujian nasional ini. Bagaimana menurut Anda?